Archive for November 27th, 2010
Siapalah diri ini? (part II)
Posted by Ade Aiz Aumadah in Cerbung|Kehidupan on November 27, 2010
Dua hari sudah ku keliling mencari pekerjaan, tapi hasilnya tak ada. Sempat ku merasa putus asa, tapi ku teringat pesan mendiang ibuku “Nak, janganlah kamu berputus asa dalam menjalani hidup ini, tetaplah semangat, walau sesulit apapun hidup yang kau jalani. Yakinlah bahwa Allah itu tak pernah tidur. Berusaha , berdo’alah dan jangan pernah putus asa.”
Kata-kata inilah yang menjadi motivator besarku dalam menjalani hidup walau perih ku rasa. Setiap terngiang kata-kata itu, ku rindu dengan almarhumah ibu.
‘Bismillahirrahmanirrahim….’ Hari ini, hari ketigaku mencari pekerjaan. Semoga ku bias mendaparkannya.
“Ayah, Siti berangkat cari kerja dulu ya. Do’akan Siti semoga dapat kerja. Assalamu’alaikum”. Pamitku sambi memohon restu ayah.
“Wa’alaikum salam. Ayah tak henti-hentinya berdo’a untukmu anakku”. Mata ayahku terlihat berkaca-kaca.
Dengan yakin kulangkahkan kakiku tuk merubah nasib dan masa depanku. Ku tak ingin menjadi wanita yang lemah, kekurangan yang ku miliki akan ku jadikan sebagai kekuatanku.
“Permisi mas….”
“Maaf kami tidak menerima sumbangan mbak” spontan ucap salah satu karyawan.
“Saya tidak meminta sumbangan, saya mau tanya di sini ada lowongan kerja tidak?”.
“Oalah mbak, kirain mau minta sumbangan. Waduh sayang sekali mbak kami gak buka lowongan”
Seburuk itukah aku, sampai aku dikira peminta-minta sumbangan. “ Oh, gitu ya mas, terima kasih ya”.
Sudah tiga kantor dan lima warung ku datangi hari ini. Tapi tak ada satupun yang mau menerimaku sebagai karyawan mereka. Penat, letih, lapar bercampur menjadi satu.
“Aku lelah, seharusnya ku pulang saja”. Keluhku pada diri sendiri.
Disudut jendela ku merenung sambil memandangi bintang di langit yang begitu indah seakan bintang itu tidak pernah merasa sedih…
“Ibu, andai kau ada di sampingku pasti ku takkan merasa sedih seperti ini, ku rindu sekali padamu bu”. Semilir angin malam mulai menyentuh kulitku dingin terasa. Tapi tidak bisa mendinginkan hatiku yang sedih akan nasibku. Ya Allah Engkau Maha Tahu apa yang ada di hati ini, kuserahkan diriku sepenuhnya padaMu Ya Allah.
“selamat pagi ayah, do’ain hari ini ku dapat kerjaan ya ayah”. Sapa ku pada beliau dengan hati cerah secerah mentari.
“Sudahlah nak hari ini kamu di rumah saja, kamu tak usah bekerja. Di rumah saja bantu ayah mengurusi rumah”. Ucap ayah membuatku terpaku.
“Udahlah kak, terima aja nasib kakak. Kalau kakak itu emang pantasnya dirumah aja ngurusi pekerjaan rumah”. Celetuk Nensi.
“Nensi, benar dek. Kamu tidak usah bekerja, kalau kamu bekerja siapa yang kakak maintain tolong buat menjaga Ragil anak kakak?”. Timbal kakakku yang kebetulan ikut sarapan di rumah.
“Mengapa kalian tidak mendukungku?. Ayah, Siti bosan di rumah, hanya itu-itu saja yang dikerjakan tidak ada tantangannya. Ku mohon ayah sekali ini saja izinkan ku pergi, jika hari ini kku belum memperoleh pekerjaan maka ku janji akan menuruti permintaan ayah”. Pintaku pada ayah.
“Entah kenapa hari ini ayah berat mengizinkanmu pergi, tapi kalau itu membuatmu bahagia ayah izinkan”. Kata ayah sambil memandangku sayu.
“Restu ayah yang membuatku bahagia, kalau begitu Siti berangkat dulu yah, Assalamu’alaikum”. Pamitku pada semua yang ada di rumah.
Ku mulai melangkahkan kakiku untuk sebuah pekerjaan yang ku harapkan, lorong demi lorong ku telusuri menuju jalan besar. Berharap dan terus berharap nasibku dapat ku ubah. Dan berdo’a mendapatkan yang terbaik, tapi entah mengapa di hatiku ada perasaan yang tak enak. Ku mulai memasang mata tajam ke dinding-dinding bangunan kantor disepanjang jalan yang ku lewati.
LOWONGAN PEKERJAAN
Dibutuhkan segera Cleaning service
- Pria/wanita max 30th
- Berpengalaman dibidangnya
- Mampu bekerja dengan rapi dan ulet
- Jujur, disiplin dan bertanggung jawab
Lamaran dapat diajukan langsung ke HRD kantor ini.
Tak sengaja ku membaca pengumuman itu, tanpa pikir panjang aku segera masuk ke kantor itu.
“Permisi pak, saya membaca lowongan yang ada di depan kantor ini. Saya ingin mengajukan lamaran tersebut. Apakah masih bisa?”Tanyaku pada satpam kantor itu.
“Kebetulan sekali, pengumuman itu baru dipajang tadi. Mbak bisa langsung ke ruang HRD. Mbak lurus aja terus belok kanan. Nah, disitu ada tulisan Ruang Kepala HRD mbak masuk aja”. Jelas pak satpam dengan ramah.
“terima kasih pak, kalau begitu saya langsung ke sana”.




Komentar Bubuhannya