Archive for March, 2010
Saat harus jujur “Menjawab PR”
Posted by Ade Aiz Aumadah in Catatan hidup on March 30, 2010
Tentunya dalam hidup ini siapa orang yang tidak ingin memiliki Sahabat?. Sahabat satu kata sarat akan makna bagiku. Mungkin hidupku tidak akan indah nan berwarna jika tanpa Sahabat semua.
Postingan kali ini saya mendapatkan PR dari seorang sahabat blog saya,Andrik, dia sahabat baru saya, tapi alhamdulillah saya bisa bersahabat dengan beliau. Beliau selalu berusaha mengingatkan sahabatnya jika sahabatnya itu salah. Orangnya tegas, dan kukuh pendiriannya. Jika dilihat dari mimpi-mimpinya , beliau seorang pejuang sejati kayaknya tapi hehehe
.
Inilah wujud perhatian dari sahabat saya.
1. Siapakah diri anda dirumah?.
Di kota saya dilahirkan, tepatnya di rumah saya adalah anak sulung dari 6 bersaudara. Sebagai anak sulung tentunya saya menjadi contoh ke-5 adik saya. Oleh karena itu saya berusaha mencontohkan hal2 terbaik untuk mereka semua, dan saya sangat menyanyangi mereka. Yang mana saya terlahir sebagai seorang perempuan tentunya saya di rumah tidak diam saja, biasanya saya membantu Umi mengerjakan pekerjaan Rumah Tangga seperti menyapu, mencuci, memasak, tapi tidak untuk menyetrika, karena dulu sebelum berpisah dengan ortu saya tidak bisa menyetrika. Tapi alhamdulillah sekarang udah bisa kok. “sweer deh”
. Tidak hanya pekerjaan umi saja yang saya bantu, Abi seorang wirausaha yang bergerak dibidang percetakan, sayapun membantu abi untuk menyelesaikan pekerjaannya, karena abi tidak memiliki karyawan.
Saya seorang pedagang waktu di rumah dulu, Maaf saya pakai kata dulu, krena udah 4 tahun tidak pulang kampung di karenakan harus mengemban amanah studi di kota orang. Hikz
. Saya dagang apa saja yang bisa dijual, yang penting bisa menghasilkan uang Halal. Dan saya juga ngajar ngaji anak2 di komplek tempat tinggal saya.
Dah lama gak pulang jadi rindu dan ingin segera merasakan kehangatan kasih sayang keluarga lagi.
Siapalah diri ini…? (Part I)
Posted by Ade Aiz Aumadah in Cerbung|Kehidupan on March 29, 2010
Ku pandangi diriku di cermin dengan tanpa menggunakan kerudung di kepalaku.
Aku melihat diriku bertubuh kurus, postur tubuh yang menurut sebagian orang tidak profosional. Dan memang aku tidak memiliki kecantikan yang menawan, sebagaimana aku tidak terlalu buruk. Tapi, memang ku akui aku benar-benar tidak cantik.
Aku coba merenungi hidupku, tapi seketika itu pula aku tidak perlu merasa sedih dengan segala kemampuan yang telah Allah berikan kepadaku. Aku anak kedua dari 4 bersaudara yang mana semua saudaraku adalah perempuan semua. Dari ke 4 saudaraku aku yang bisa dikata tidak memiliki kecantikan sendiri. Kadang hal itu membuatku minder.
Aku hanya lulusan SMP, yang mungkin dijaman sekarang tidak ada artinya. Karena keterbatasan orang tua dalam membiayai sekolah, ku memilih untuk tidak melanjutkan sekolah lagi. Biarlah adik2ku yang merasakan sekolah.
Di usia 20 tahun kakakku telah menikah, dia menikah dengan seorang pengusaha teman ayahku. Karena kecantikan yang dimiliki kakakku, banyak lelaki yang melamarnya. Itu kakakku, bukan aku. Aku hanya terlahir dengan keterbatasan fisik terlebih lagi dengan wajahku yang tidak memiliki kecantikan yang menawan. Pernah terbesit dibenakku, “sebenarnya aku ini anak ortuku bukan sich?”. Tapi whatever lah, bisa merasakan nikmat hidup di dunia ini aku aja sudah sangat bersyukur.
Waktu berjalan dengan begitu cepatnya, sekarang usiaku menginjak 20 tahun. Tak ada yang kulakukan selain mengurusi rumah. Dalam hati ku ingin kerja, hal itu pernah aku ungkapkan kepada ayahku.
“Udah kamu gak usah kerja, urusin aja rumah.” Suara ayah begitu lantang terdengar.
Semenjak ibuku meninggal, akulah yang mengurus semua urusan rumah. Saudara-saudaraku tidak pernah peduli dengan urusan rumah.
Aku mulai merasa bak anak yang terasingkan, ku tidak pernah tau dunia luar seperti apa, kehidupanku ku habiskan hanya di rumah. Terkungkung di dalam rumah sendiri.
Kalau bukan karena ayah, ku takkan mau melakukan semua ini. Ayahku kini mulai tua,ku tidak tega jika harus meninggalkannya dalam kondisi seperti ini.
Sekarang hari-hariku hanya sibuk mengurusi rumah, ku merasa jenuh. Untuk keluarpun aku tak diizinkan oleh ayah. Masalah semakin kompleks, karena kakakku sering menitipkan anaknya di rumah. Secara otomatis akulah yang menjadi baby siternya.Aku sedikit kesal.
“Jangan mengeluh, itupun anaknya kakakmu. Masa’ kamu gak mau mengurusinya.” Kata ayahku.
Kalau bukan karena ayah lagi, aku takkan mau menjadi baby siternya keponakanku.
” Ayah, aku mohon izinkan aku untuk kerja”.
” Kamu mau kerja apa?, kamu hanya lulusan SMP nak.” Tanya ayah.
“Aku akan mencari kerja yang tidak membutuhkan ijasah ayah.”
” Mana ada yang mau menerima kakak, liat aja diri kakak. Muka aja pas2an, ijasah cuma SMP, skill kakak pun tak punya, mau kerja apa kau k’?.” Celetuk adekku.
“Insya Allah, aku akan menemukan pekerjaan nantinya, aku yakin itu ayah.”
” Terserah kamu lah. Ayah tidak bisa melarang lagi.” akhirnya ayah mengizinkanku tuk berkerja.
Bersambung gan>>>>
Sarapan??.. Penting gak sih?
Posted by Ade Aiz Aumadah in Info Sehat on March 26, 2010
{Malang, 26 Maret 2010}.
Kali ini yang ingin saya posting adalah tentang sarapan. Mungkin tak banyak orang menyadari, bahwa sebenarnya sarapan adalah salah satu rahasia untuk menjaga kesehatan. Tak peduli seberapa sibuknya Anda, penting untuk mengisi bahan bakar untuk tubuh Anda sehingga energi Anda terpenuhi sepanjang hari. Sarapan memberi modal energi pada Anda untuk berktivitas sepanjang hari. Sebenarnya, selain memberi energi pada tubuh, sarapan juga memiliki manfaat lain yang tak kalah pentingnya. Berikut beberapa manfaat dari sarapan.
My Beloved Parents..
Posted by Ade Aiz Aumadah in As-Shuroh on March 23, 2010
{Malang, 23 Maret 2010}
Udah hampir empat tahun tidak bertemu mereka… Rasanya rindu ini begitu sangat pada mereka berdua… Ini dia Abi dan Umi tercinta.
Mirip kan sama Ade Aiz???…
Semoga Allah mempertemukan kita secepatnya dalam kehangatan kasih sayang keluarga. Amiin.
Boleh Menguap asal…
Posted by Ade Aiz Aumadah in About Islam|Adab-adab on March 22, 2010
{Malang, 22 Maret 2010} Taukah kita kalau menguap itu adalah perbuatan syaitan. Sebagaimana sabda Nabi:
“Bersin itu dari Allah dan menguap itu dari syaitan. Jika salah seorang kalian menguap, maka tutuplah mulutnya dengan tangannya dan jika ia mengatakan `aaah…’, maka syaitan tertawa di dalam perutnya. Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap.” (HR. At-Tirmidzi dan ia menshahihkanya, al-Hakim dan ia menshahihkannya serta disetujui oleh adz-Dzahabi, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah dari Abu Hurairah . Hadits ini terdapat dalam kitab Shahiihul Jaami’ )
Namun, bukan berarti kita dilarang untuk menguap. Kita boleh saja menguap asal mengikuti adab menguap, a.l:
Read the rest of this entry »
Sakit perut..
Posted by Ade Aiz Aumadah in Curhat on March 21, 2010
{Malang, 21 Maret 2010} Tidurku tidak nyenyak semalam, bukan karena memikirkan sesuatu ataupun mikirin skripsi, tapi karena
yang luar biasa semalam. Tidak seperti biasanya, terasa ditusuk-tusuk gitu perutku, sampai jungkir balik ku dibuatnya. Dan saking sakitnya sampai-sampai ku
semalaman. Minyak kayu putihpun tidak mempan meredakan sakit ini. Emang dasarnya ku gak suka minum obat, teman2 nyaranin aku minum promag, tapi sakit perut kali ini kayaknya bukan karena maag. karena semalam tidur tidak nyanyak, paginyapun ku sedikit
mata ikut berkunang-kunang. Sampai saat ini akupun masih menahan sakit itu, walau tidak sedahsyat semalam rasanya. Semoga cepat hilang sakit ini, sehingga ku pun bisa mengucapkan
sakit perut. Dan kembali
tanpa rasa sakit.
Orang2 GEJE… My Theater
Posted by Ade Aiz Aumadah in As-Shuroh on March 20, 2010
Setelah pentas tanggal 11 Maret kemarin.. Inilah muka orang2 GEJE… Tapi tetap keren lo….
Menurut aku keren pentas kali ini… idenya sedikit gila…
Makan Terburu-buru Bisa Bikin Gemuk
Posted by Ade Aiz Aumadah in Tipz-tipz on March 19, 2010
Mengunyah makanan dengan cepat adalah kebiasaan buruk yang biasa dilakukan para wanita pekerja. Karena kesibukan, makanan ditelan tanpa kunyahan sempurna.
Tak hanya membuat usus bekerja lebih berat, kunyahan yang tak sempurna juga memicu kenaikan berat badan.
Untuk menghentikan kebisaaan buruk ini dan membentuk kebiasaan mengunyah makanan lebih perlahan, ikuti empat cara berikut.
1. Hindari makan di depan komputer atau televisi
Jangan selalu makan di depan komputer atau televisi. Saat ada email masuk atau pesan instan, pikiran akan terfokus pada hal itu dan makan pun menjadi lebih cepat. Anda pun akan mengunyah seperlunya saja tidak sampai makanan benar-benar lunak.
2. Makan bersama teman
Makan bersama dengan teman menjadi cara untuk membuat makan lebih perlahan. Sambil makan Anda bisa sambil bicara dan cenderung mengunyah makanan lebih pelan, dan sedikit demi sedikit. Memang, banyak yang beranggapan makan tidak boleh bicara, tetapi jika hal itu bisa membuat Anda mengunyah lebih pelan kenapa tidak dilakukan. Tetapi, pastikan saat bicara, mulut tidak dalam keadaan penuh makanan.
3. Letakkan alat makan saat mengunyah
Setelah Anda menyuap makanan, sebaiknya letakkan garpu dan sendok pada piring dan jangan dipegang jari. Jika alat makan tetap berada di tangan, Anda cenderung akan terus menyuap makanan sementara makanan yang ada di mulut belum sempurna dikunyah. Trik ini cukup berhasil, untuk membiasakan diri mengunyah makanan lebih perlahan.
4. Percantik makanan
Makanan seperti kue atau es krim buah yang ditata cantik, cenderung membuat seseorang akan ‘berhati-hati’ saat memakannya. Menyuapnya pun juga menjadi lebih perlahan. Jadi, penataan makanan juga berpengaruh pada kecepatan mengunyah.
Lalu, pilihlah makanan dengan potongan agak besar. Karena, meskipun bisa langsung masuk dalam mulut, tetapi ‘memaksa’ mulut untuk mengunyahnya secara lebih perlahan hingga makanan lebih mudah ditelan. Alon-alon ae yen mangan saiki, yen ra gelem lemu.
Sumber: VIVAnews
Makan Lagi…
Posted by Ade Aiz Aumadah in As-Shuroh on March 12, 2010
Siang-siang panas gini membuat perutpun lapar…
Baru ingat klo di dekat MP ada rujak cingur, beli deh in…
Nikmatnya sangat… ![]()
Sedikit kata hati
Posted by Ade Aiz Aumadah in Curhat on March 12, 2010
{Malang, 12 Maret 2010} Mengapa waktu bergulir begitu cepat, serasa kemarin baru ku menginjakkan kaki di sini, tapi dalam hitungan bulan mungkin ku akan meninggalkan kota ini. kapan waktu itu akan datang?
akupun tak tahu. Yang jelas ku merasa sedikit
aja nantinya berpisah ama teman2. Kok jadi cengeng gini ya????. Yang jelas hal yang harus ku lakukan sekarang adalah ngerjain skripsi. Biar cepat kelar kuliahnya. Skripsi oh skripsi.. kadang kau membuatku dilema ingin lulus kapan. Tetap semangat ngerjain skripsi deh. ![]()








Komentar Bubuhannya